RSS

Dasar Telekomunikasi

16 Jun

Penyambungan (Switching)

Gambaran umum sistem telekomunikasi

Unsur-unsur Sistem Telekomunikasi

• Terminal
– Perangkat yg memberikan layanan telekomunikasi secara langsung kepada pengguna
– Customer Premises Equipment (CPE)
• Core network
– Bagian yang memproses aliran informasi/data sehingga dapat sampai ke tujuan yang sesuai
• Access network
– Penghubung antara CPE dengan Core Network yg berfungsi menyalurkan informasi/data dari CPE ke Core Network dan sebaliknya

Node & Link

Switched Network

• Transmisi data/ informasi jarak jauh biasanya dilakukan melalui beberapa switching node yang saling terhubung sehingga membentuk suatu jaringan switching, atau disebut switched network
• Setiap node yang terdapat dalam jaringan switching bekerja tanpa memperhatikan isi data/ informasi yang ditransmisikan
• Data ditransmisikan melalui suatu rute yang ditentukan oleh proses switching di setiap node yang dilalui
• Koneksi node ke node lainnya biasanya dilakukan secara multiplex

Contoh Switched Network

Point-to-point Network Switching

• Circuit Switching
• Store-and -Forward Networks
– Message Switching
– Packet Switching
• connection-oriented vs connectionless
• virtual circuit vs datagram
Circuit Switching
• Dibangun ketersambungan secara fisik antara dua pihak yang berkomunikasi
• Sebelum komunikasi dilakukan, kedua pihak dihubungkan secara permanen(dedicated) oleh sistem switching
• Proses :
– Membangun sirkit
– Transfer data
– Memutuskan sirkit
• Jika sirkit tidak tersedia maka akan terjadi blocked (biasa diinformasikan dengan nada sibuk)
• Tidak akan ada informasi yang hilang sepanjang sirkit tersambung terus menerus
• Ada garansi quality of service
• Contoh: PSTN (Public Switched Telephone Network)

Keuntungan : 
• Sekali koneksi terjadi jaringan transparan (seolah hanya koneksi langsung antar stations)
• Fixed data rate tanpa adanya delay
• Sangat baik untuk komunikasi real time

Kelemahan :

• Selama koneksi berlangsung, sirkit akan selalu diduduki walaupun tidak ada data yang dikirim
• Delay sebelum terbentuknya hubungan (call set up delay)
Packet Switching

Contoh Paketisasi

Keuntungan : 
– Efisiensi utilisasi jaringan
• Jaringan dapat digunakan bersama (shared) secara dinamis
– Multiple data rates untuk jenis aplikasi yang berbeda-beda
• Setiap aplikasi akan terhubung ke jaringan dengan data rate yang sesuai kebutuhannya
– Tidak terjadi blocking jika beban jaringan tinggi, tetapi waktu pengiriman menjadi lama
– Mekanisme prioritas pengiriman dapat diberlakukan untuk paket-paket yang dianggap penting, seperti paket real-time
– Reliabilitas tinggi
• Jika suatu rute terputus maka dapat digunakan rute lain
Kelemahan :
Tidak ada garansi quality of service (delay, paket hilang)
Packet Swithing – Connectionless
• Merupakan datagram service yang analog dengan pengiriman surat via pos
• Setiap paket/datagram harus diberi address
• Paket dikirim dari satu node ke node berikutnya dengan sistem store-and-forward. Setiap node menentukan rute secara independen untuk tiap paket (paket tidak harus dikirim melalui rute yang sama)
• Paket dapat sampai di tujuan tidak sesuai urutan, sehingga di tempat tujuan perlu pengaturan sesuai nomor urut paket.
• Tidak perlu session setup sebelum transfer data
• Tidak ada acknowledgement à mengurangi trafik, tapi perlu protokol dengan layer yang lebih tinggi untuk error cheking
• Contoh:
– Internet Protocol (IP)
– Connectionless Network Protocol (CLNP)

Keuntungan Connectionless :

• Tidak ada waktu call setup
• Adaptasi yang cepat jika terjadi congestion/network overload
• Adaptasi yang cepat jika terjadi  node failure

Kelemahan Connectionless :

• Kedatangan paket bisa tidak sesuai dengan urutannya
• Adanya beban pemrosesan karena setiap paket di proses di setiap node
• Receiver tidak memiliki persiapan terhadap paket yang datang
Packet Switching – Connection Oriented
• Perlu dibangun sambungan (session setup) sebelum transfer data (disebut virtual path atau virtual circuit)
• Analog dengan sambungan percakapan telepon
• Ada acknowledgement (pemberitahuan ke pengirim bahwa data sudah diterima) à lebih reliable
• Cocok untuk trafik data yang terus menerus untuk waktu yang lama
• Contoh:
– X-25
–Frame Relay
– Asynchronous Transfer Mode (ATM)
– Multiprotocol Label Switching (MPLS)

Keuntungan :

• Kedatangan paket sesuai urutannya
• Terdapat mekanisme error control
• Penetapan satu rute untuk satu koneksi
• Penerima telah bersiap untuk menerima paket yang datang

Kelemahan :

• Adanya delay saat connection setup
• Adaptasi terhadap node failure kurang baik
• Adaptasi terhadap network overload kurang baik

 
Leave a comment

Posted by on June 16, 2012 in TEKNOLOGI

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: